Sabtu, 18 Juli 2015

cinta yang tak diharapakan I

aku masih belum beranjak tempatku belajar.padahal semua tugasku sudah ku selesaikan semua.waktu juga sudah menunjukkan pukul 10 malam.aku masih belum juga ingin memejamkan mata ini.masih ada satu hal yang mengganggu pikiranku.perkataan ayahku tadi pagi.

"Roy,ayah dipindahtugaskan ke daerah.Jadi mungkin kita sekeluarga akan pindah.Kamu nggak keberatan kan ?"
Itu kira-kira kata ayahku.kita sekeluarga harus pindah.aku harus meninggalkan teman-temanku di sekolah.belum lagi aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru ku disana.tapi lebih dari itu aku harus berpisah dengan Rini.dia adalah temanku di kelas.rambutnya panjang terurai.wajahnya terlihat manis jika dia tersenyum.apalagi ditambah lesung pipi yang dia punya.bisa dibilang dia gadis paling cantik di kelasku -mungkn juga di sekolah ku-.sudah lama aku meyukainya.bukan lebih tepatnya cinta.semalaman aku tidak bisa tidur.

Esoknya aku lihat ibu tengah membereskan pakaiaan.terlihat dia sedang memasukkan pakaiaan-pakaiaannya ke sebuah koper berukuran sedang.
"Mau kemana bu? kok pagi-pagi udah sibuk ngrapihin baju di taroh di koper ?"tanyaku penasaran.
"Eh kamu Roy.memangnya kamu lupa ? kita kan mau pindah.ayah mu kan dipindah ke daerah.baru kemarin pagi di bicarakan masa sudah lupa."jawab ibu mengingatkanku.
sebenarnya aku tidak lupa.hanya saja apakah memang benar kita harus pindah? apakah benar aku harus meninggalkan Rini?.semua pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi pikiranku.
"Memangnya kiata jadi pindah,bu ?"tanyaku meyakinkan.
"Lha,ya iya.masa nggak jadi."jawab ibuku dengan logat jawanya.ibuku memang orang Jawa.
"Memangnya kapan kita pindahnya, bu? "
"Ya siang ini."